Tausiyah Kita

Dari Abu Abdillah an Nu’man bin Basyir rodiallahu’anhuma, beliau berkta : Aku mendengar Rasulullahu shalallohu ‘alaihi wassalam bersabda : “Sesungguhnya yang halal itu jelas, dan yang haram itu jelas. Dan di antara keduanya terdapat perkara – perkara syubhat (samar, belum jelas) yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Maka barangsiapa yang menjaga (dirinya) dari syubhat ia telah berlepas diri (demi keselamatan) agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang terjerumus ke dalam syubhat, ia pun terjerumus ke dalam (hal – hal yang) haram. Bagaikan seorang pengembala yang menggembalakan hewan ternaknya di sekitar kawasan terlarang, maka hampir – hampir (dikhawatirkan) akan memasukinya. Ketahuilah, sesungguhnya setiap penguasa (raja) memiliki kawasan terlarang. Ketahuilah, sesungguhnya kawasan terlarang Allah adalah hal – hal yang diharamkan – Nya. Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Apabila segumpal daging tersebut baik, (maka) baiklah seluruh tubuhnya. Dan apabila segumpal daging tersebut buruk, (maka) buruklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Umar bin al – Khaththab rodiallahu’anhu menuturkan : “Janganlah kalian duduk dengan orang – orang yang berpegang pada rasio mereka. Karena sesungguhnya mereka itu musuh – musuh Sunnah Rasulullahu shalallohu ‘alaihi wassalam, mereka tidak mampu menghafal (memelihara) Sunnah, mereka lupa (dalam sebuah riwayat, mereka diserang) hadist – hadist Rasulullahu sehingga merekapun tidak mampu untuk memahaminya, mereka ditanya tentang hal yang tidak mereka ketahui lalu merasa malu untuk menyatakan : ‘Kami tidak tahu’, sehingga merekapun berfatwa dengan rasio mereka, maka mereka tersesat dari jalan yang lurus. Sesungguhnya Nabimu tidaklah berfatwa kecuali setelah Allah Subhanahuwata’ala mencukupi dengan wahyu dan menjauhkan rasio. Dan seandainya rasio lebih utama daripada Sunnah, niscaya mengusap bagian bawah kedua sepatu (khuf) lebih utama daripada mengusap bagian atasnya.” (lihat : I’ilaamul Muwaqqi’iin, I/44)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: