Bahtera Aqidah Seorang Muslim

Di usia bumi yang semakin tua ini masih terlalu banyak umat manusia terutama yang mengaku dirinya sebagai seorang muslim tidak memahami secara penuh hakikat aqidah yang sebenarnya. Terlebih lagi seorang muslim yang jauh dari ilmu pengetahuan tentang  diin (agama islami) ini. Ketika diri mereka disuguhkan oleh segala keindahan dunia secepat itu pula manusia luput dari tujuan utamanya hidup di dunia ini. Padahal Allah telah memberikan jawaban kepada manusia tentang tujuan utamanya hidup didunia ini yaitu hanya untuk Menyembah Allah. Ditambah lagi dari Firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 133 yang berbunyi “Dan bersegeralah kamu mencari apunan dari Tuhanmu  dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertawqa”. Dari dalil inilah kita dapatkan pelajaran hanya dengan memurnikan ibadah hanya kepada Allah, meminta ampunan Allah, dan selalu mengharapkankan surganya Allah seorang muslim dapat merasakan indahnya Islam ini.

Ketika segelintir ujian melanda seharusnya semakin kuat kesabaran dan keyakinannya kepada Allah Azza Wa Jalla, akan tetapi sebaliknya yang terjadi banyak kaum muslimin malahan lari kepada segala bentuk kesyirikan yang dianggap bagian dari agama islam. Segala bentuk peribadatan mereka lakukan tanpa ada dasar yang diterangkan dalam Al Qur;an dan Hadits Shahih. Nasfu buta terus diagungkan sembari menilai atau memberi tanggapan bahwa ada yang kurang dalam agama Islam ini. Padahal generasi terbaik yaitu para sahabatlah yang pantas untuk kita jadikan contoh memurnikan aqidah islamiyah kita.

Sungguh ironis memang melihat kondisi umat islam sekarang ini. Bahtera aqidah yang seharusnya dibina dari awal yaitu mengenal Allah, mengenal Islam, dan mengenal Rasulullah, dianggap belum sempurna apabila tidak mengikuti apa yang telah diajarkan nenek moyang dan nafsu belaka karena harus disesuaikan dengan zaman. Padahal hanya dengan berlandaskan ilmu syar’I yang benar serta sesuai dengan apa yang telah difahami oleh Para Sahabat, Tabi’in, Tabiut Tabi’in, serta ulama-ulama yang mengikuti jejak merekalah bahtera Aqidah seorang muslim dapat dicapai dengan semurni murninya.                                                                                                             

(Abu Ahmad Fadhillah Al Binjy)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: